Rabu, 04 Desember 2013

Krunchy Family - "Batik Nasional Day"

The tittle is so weird, isn't it? Lol

Tak apalah.

Tau nggak saya mau nulis apa? Nggak tau ya? Wkwk...

Sesuatu tentang *beep* yang pastinya. Muwahahahahahaaa—!

Check it out! ;;

__________

Tau nggak? Sebenernya ini nggak penting banget... asli. Tapi kan saya kangen nulis-nulis ginian nih, jadi ya tulis aja deh. Fufufu~

Jadi awal Oktober lalu kan hari batik nasional, sekolah kami ikut berpartisipasi tuh. Pake batik kan kita tuh... /iye iye -_-/ Entah kenapa saya nggak betah banget makenya. Tapi mau bagaimana lagi?

Biasa kan... saya, kremes, dan kriuk makan di kantin pas istirahat. Tiba-tiba Kriuk bilang, "Ih, Anonymous ganteng banget pake batik!" Saya nengok, dong... ya nggak? ;; /dih/ Awalnya saya ketawa doang tuh, abisnya kan saya nggak doyan Anonymous... wkwk /apaansih -_-/ Tapi mata saya mencari sosok itu, dan...

YA TUHANNN—!!! O_O

Udah gitu aja.

.

.

.

.

.

Oh God...

.

.

.

.

.

Nunggu ya?

.

.

.

.

.

Wkwk...

.

.

.

.

.

Sabar ya, napas dulu.

.

.

.

.

.

Lol

.

.

.

.

.

Nah. Jadi... dia emang jadi ganteng banget! *nosebleed* /GAK

Entah bagaimana itu bisa terjadi, tapi itu nyata. Apa itu karena bajunya, atau karena dia yang memakainnya... dunno. Aura yang menguar membuat mata siapapun yang memperhatikan tak dapat melepas pandangan dari sosok itu –termasuk saya. Saya pun tersadar...

Ternyata wajah Anonymous itu manis. Kkk~

Well, it doesn't mean that I fall for him. No, of course. Tapi saya cuma... agak shock. Ya, agak... mungkin? Yang pasti saya SANGAT TERPUKAU. Sampe Kriuk dan Kremes selalu memujinya. Saya sendiri? Cukuplah adalam hati. Kkk~

Entah kenapa, sampe sekarang saya masih pengen neriakin, "HEH ANONYMOUS! MUKA LO MANIS BANGET!" /dilempar batu bata/ Dan saya pun ingin dia menyadari kalau dia sering kami panggil Anonymous.

Saya pun penasaran... temenan sama anonymous itu asik nggak sih? Dia orangnya gimana? Bawel? Pendiem? Iseng? Baik hati? Prince type? Atau... knight type? Humoris? Garing? Kaya? Biasa aja? Lembut? Kasar? Sarkastik? /UDAH HOY/ Sorry, kkk~

Ya udah, mungkin segini aja ya? Kalo dilanjutin, 7 hari 7 malem juga ga bakalan tamat ngomongin Anonymous mah... kkk~

Thanks for reading~ I LOVE YOU~ ♥ *kecup para reader* /hush /jijik

.

.

.

.

.

Sincerly, Krispi~ :***

Krunchy Family - "Batik Nasional Day"

The tittle is so weird, isn't it? Lol

Tak apalah.

Tau nggak saya mau nulis apa? Nggak tau ya? Wkwk...

Sesuatu tentang *beep* yang pastinya. Muwahahahahahaaa—!

Check it out! ;;

__________

Tau nggak? Sebenernya ini nggak penting banget... asli. Tapi kan saya kangen nulis-nulis ginian nih, jadi ya tulis aja deh. Fufufu~

Jadi awal Oktober lalu kan hari batik nasional, sekolah kami ikut berpartisipasi tuh. Pake batik kan kita tuh... /iye iye -_-/ Entah kenapa saya nggak betah banget makenya. Tapi mau bagaimana lagi?

Biasa kan... saya, kremes, dan kriuk makan di kantin pas istirahat. Tiba-tiba Kriuk bilang, "Ih, Anonymous ganteng banget pake batik!" Saya nengok, dong... ya nggak? ;; /dih/ Awalnya saya ketawa doang tuh, abisnya kan saya nggak doyan Anonymous... wkwk /apaansih -_-/ Tapi mata saya mencari sosok itu, dan...

YA TUHANNN—!!! O_O

Udah gitu aja.

.

.

.

.

.

Oh God...

.

.

.

.

.

Nunggu ya?

.

.

.

.

.

Wkwk...

.

.

.

.

.

Sabar ya, napas dulu.

.

.

.

.

.

Lol

.

.

.

.

.

Nah. Jadi... dia emang jadi ganteng banget! *nosebleed* /GAK

Entah bagaimana itu bisa terjadi, tapi itu nyata. Apa itu karena bajunya, atau karena dia yang memakainnya... dunno. Aura yang menguar membuat mata siapapun yang memperhatikan tak dapat melepas pandangan dari sosok itu –termasuk saya. Saya pun tersadar...

Ternyata wajah Anonymous itu manis. Kkk~

Well, it doesn't mean that I fall for him. No, of course. Tapi saya cuma... agak shock. Ya, agak... mungkin? Yang pasti saya SANGAT TERPUKAU. Sampe Kriuk dan Kremes selalu memujinya. Saya sendiri? Cukuplah adalam hati. Kkk~

Entah kenapa, sampe sekarang saya masih pengen neriakin, "HEH ANONYMOUS! MUKA LO MANIS BANGET!" /dilempar batu bata/ Dan saya pun ingin dia menyadari kalau dia sering kami panggil Anonymous.

Saya pun penasaran... temenan sama anonymous itu asik nggak sih? Dia orangnya gimana? Bawel? Pendiem? Iseng? Baik hati? Prince type? Atau... knight type? Humoris? Garing? Kaya? Biasa aja? Lembut? Kasar? Sarkastik? /UDAH HOY/ Sorry, kkk~

Ya udah, mungkin segini aja ya? Kalo dilanjutin, 7 hari 7 malem juga ga bakalan tamat ngomongin Anonymous mah... kkk~

Thanks for reading~ I LOVE YOU~ ♥ *kecup para reader* /hush /jijik

.

.

.

.

.

Sincerly, Krispi~ :***

Senin, 04 November 2013

Krunchy Family - "New Probs"

Hai, saya kembaliii~ (/≧▽≦)/ *kissu and haggu for everyone* /ditendang

Jadi saya kembali untuk membawa berita terbaru. Tentang Kremes dan Kriuk. Soal krispi... gampang lah. Lagi nggak ada sesuatu ttg krispi. Hahaha... /direndang

Well...

Jadi...

Hmmm...

Nunggu ya?

Wkwk~

Sabar ya, bentar lagi juga mulai acaranya(?). Jadi... SELAMAT MENIKMATI CERITANYAAA~~~ *kissu and haggu more* /digelindingin

______________________________________________

 

IT STARTED

Dari mana ya awalnya? Well, entah kapan dia –Kriuk— memulainya. Yang pasti, awalnya semua dan segala-galanya ini hanya coba-coba. Ya itu sih yang gue tau. Coba-coba, lalu ketagihan, setelah itu mulai jengah. Itulah keadaan Kriuk saat ini.

Dia memulai kegiatan ini sekitar awal tahun ajaran ini. Awalnya bercanda khas kakak kelas dan adik kelas, itu yg saya lihat. Ternyata si Kyungsoo –si adik kelas— lama-lama timbul rasa. Ya, semudah itulah yang namanya perasaan datang. Perginya? Gelindingan di jalan tol dulu sana! /apa

Awalnya Kriuk takut, katanya jangan sampe Kyungsoo suka sama dia. Tapi nggak lama, dia mau maju aja. Ya, gue sebagai teman hanya bisa mendukung dengan apa pilihannya. Lalu mereka lovey-dovey banget. Terus gue ngerasa Kriuk menjauh(?) /abaikan/ Pokoknya dimana ada Kyungsoo di situlah Kriuk. Lalu...

Jujur aja gue agak nggak yakin.

Okelah, gue tau Kriuk berusaha. Tapi gue nggak ngeliat usaha dari Kyungsoo. Gue sendiri jadi takut kalo semua nanti nggak sesuai harapan Kriuk.

Dan... terlutuklah pikiran itu.

Awalnya Kyungsoo menanggapi dengan semangat, tapi sekarang? Ya, terlihatlah... Kriuk di nomer sekiankan oleh Kyungsoo. Bahkan belum lama, Kyungsoo mengisyaratkan bahwa mereka nggak akan bisa maju lebih dari ini. Seakan dia mau Kriuk ngelepas dia, tapi dia sendiri yang terlihat nggak melepas Kriuk.

Sekarang Kriuk jadi bingung, dia nanya Kyungsoo perihal bagaimana selanjutnya? Tapi malah dijawab, "Ya nggak gimana-gimana." Merasa diinginkan tapi nggak ditarik, Kriuk pun kesel. Apa sih maunya si Kyungsoo?

Apa ini semua karena ke-nggak yakinan gue? Jadilah mereka nggak lancar. Dan sekarang gue nyesel sempet mikir gitu. Ya mana tega ngeliat Kriuk yang kebingungan gitu?

Tapi berhubung masalah Kriuk ini masih TBC, kita pindah fandom dulu, okay? /hah

______________________________________________

 

THERE'S ANOTHER

Entah kenapa mau ketawa kalo inget masalah yang ini. Kalimat yang enak apa ya...

'Cinta membawa duka'? Nggak, nggak... *geleng2 unyu* /digiles

Nah, kali ini soal Kremes dan... Rock star(?) Lol. Nampaknya yang ini bakal panjang nih ceritanya. Karena saya –bisa dibilang— saksi mata kisah mereka. /hah

Berawal dari acara kpho tahun ini...

Jadi pas pelantikan, tiba-tiba Kremes minta jaga di pos musik. Entah ada angin apa, yang pasti dia bukan anak divisi musik. Lalu di pos itu ternyata udah ada dua orang kohai yang berjaga, dalah satunya si Rock star itu. /oke namanya aneh/

Gue rasa semua ini kutukan /hah/ Si Kremes bilang, "ah gue mau deketin rock star ah." Dan mulailah sepanjang hari itu dia selalu sama Rock star.

Tahukah dari mana Kremes mendapatkan inspirasi untuk menjadi couple bersama Rock star?

Yap!

Dari kasus Kriuk dan Kyungsoo.

Ckck, cerdas sekali.

Setelah hari itu, semua topik pembicaraan Kremes, gue, dan Kriuk adalah si ROCK STAR. Bukannya bosen, tapi... dia –Kremes— beneran suka nggak sih? Masalahnya... masa iya dia bisa-bisanya ngelupain Rush dalam jangka waktu satu hari dan itu pun karena tiba-tiba dia deket sama orang lain yang bener-bener baru dia kenal hari itu?

Lalu... bukannya nggak yakin juga. Cuma... gimana ya?

Ah sudahlah.

Awalnya terlihat lucu, tapi lama-lama terlihat aneh. Mereka terlihat sama-sama menanggapi semua ini secara serius. Padahal gue kira semuanya cuma bercanda!!! Ta-tapi?!!!

Dan di sini gue mulai pusing sendiri. Yah, siapa yang nggak bingung kalo di tanya terus, "Menurut lo, gue mundur nggak?" Gue mau jawab 'jangan', di satu sisi gue nggak bisa ngomong sembarangan. Mereka cocok, tapi rock star terlalu sabodo teuing(?). Ga bisa, kasian Kremes.

Lalu nggak lama, Rock star pun punya pacar. Antara shock dan nggak, karena bukan berarto nggak mungkin. Gue kira rock star itu ngerespon Kremes! Antara gondok dan... ya terserah si rock star juga kan? Gue cuma nggak tega aja ngeliat si Kremes. Dan di situ gue mulai nggak bisa mendukung mereka, dan terlihat kalau lebih baik Kremes tinggalin si rock star.

______________________________________________

Pada dasaranya gue nggak bisa memberi pengaruh besar buat mereka berdua. Sebanyak apapun gue memberikan saran, semua tergantung pada keputusan mereka. Gue cuma mau yang terbaik buat mereka. Dan buat gue, kalau mau lanjut ya silahkan, kalo mau mundur ya jangan ragu.

Sekian dari saya. Wassalamualaikum wr. wb. *deep bow* /what

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

With love,

Krispi~ X3

Senin, 16 September 2013

Krunchy Family - "I'm Sorry"

Meskipun mataku terbuka lebar, namun tidak dengan pikiranku. Bukan dunia luar yang terlihat, pikiranku terjebak di dalam diriku sendiri.

Frustasi, namun aku hanya mampu terdiam. Mau marah pada siapa? Itu semua salahku. Aku menumpahkan tinta hitam pada lembar kerjaku. Lembar kerja yang harusnya kulaporkan, semua sirna. Begitu malu kuharus menuliskannya lagi. Tak mampu pula kumeminta maaf.

Aku tidak yakin semua hal itu spele. Meminta maaf pun kurasa percuma. Inginku menangis keras, menandakan aku menyesal. Namun apa itu semua membantu? Akankah ia memaafkanku?

Kalau aku boleh memohon, marahlah padaku. Kurela kau caci-maki, tampar aku. Aku tahu aku salah, tak tau apa yang harus kukatakan, tak tahu apa yang harus kupilih. Kumohon berteriaklah padaku, aku rela. Aku rela daripada harus didiami seperti ini.

Aku hanya bisa meminta agar kau tak diam, hanya itu. Bersedia kulakukan apapun demi kau memaafkanku. Tak peduli apapun itu. Tak peduli jika itu menyakitkan. Tak peduli jika itu membuatku menangis. Tak peduli itu membuatku malu setengah mati. Tak peduli pula jika hal itu berkemungkinan membunuhku. Karena semua itu tak lebih buruk daripada rasa bersalah ini.

Melihatmu pergi tanpa menoleh saja sudah menghancurkan hatiku berkeping-keping. Inginku menangis saat itu juga, meraung-raung memanggilmu bak orang kesetanan. Tak peduli betapa memalukannya hal itu. Tak akan kupeduli jika hal memalukan itu dapat membuatmu menoleh padaku.

Rasanya otakku berhenti bekerja. Tak sadar dengan apa yang kulakukan. Tak mendengar beberapa pertanyaan yang orang-orang ajukan padaku. Tak sedikitpun mataku terfokus untuk melihat sekeliling. Tak dapat pula mengeluarkan satu kata pun dari bibir ini. Mereka terkatup rapat. Bahkan aku hanya bisa menyunggingkan senyum —yang pasti terlihat sangat kaku— saat orang-orang bertanya padaku. Sisanya, aku hanya bisa menghela napas pasrah.

Tak kusangka, senyum pun terasa sebegini menyakitkannya. Apa yang harus kulakukan? Yang sedari tadi kulakukan hanya merutuki diri sendiri. Sudah ratusan bahkan ribuan kata 'Bodoh' terlontar di pikiranku.

Seketika napasku berat. Aku menarik napas sambil memegang dadaku. 'Sakit' terasa seperti itu memang. Mungkin aku hanya overthinking terhadap masalah ini. Namun bagaimana pun aku hanya tak ingin kehilangan orang yang penting. Orang yang setiap hari menyambutku dengan ceria. Orang yang selalu dengan sabar sambil berteriak frustasi menghadapiku, membuatku tertawa terbahak-bahak. Orang yang mendukung juga merangkulku. Orang yang selalu memelukku dan mengatakan, "Dipeluk orang itu enak, lho." sambil tersenyum riang, disaat bahkan ibuku sendiri hampir tak pernah lagi memelukku. Orang yang sangat baik, yang sekarang mungkin sedang marah padaku. Orang yang sangat ingin kupinta kesediaannya untuk memaafkanku.

Ya, sepenting itulah orang itu.

==================================

Bunuh gue, please... BUNUH GUE!!! TT□TT

.

.

.

Kriuk, kenapa?

Kenapa tadi gue panggil-panggil nggak nengok?

Gue yakin panggilan gue udah kenceng, nggak kedengeran ya?

Atau sengaja nggak nyaut panggilan gue?

Marah?

Lo tau? Gue takut banget.

Gue nggak punya lagi temen kyk lo.

Apa ada kata-kata atau tindakan gue yang menyinggung lo?

Kalau ada, jangan dipendam.

Bilang aja, gue bakal dengerin.

Atau mungkin ada suatu masalah sama gue?

Please, gue jadi nggak tau harus gimana...

Kalo gue salah, gue cuma bisa minta maaf yang sebesar-besarnya.

Gue nggak bisa kalo lo kyk gini.

Mungkin lebay, tapi rasanya gue selalu mau nangis kalo keadaannya kyk gini.

Dan tanpa sadar beneran nangis.

Haha, lebay 'kan?

Mungkin egois, tapi gue mau kriuk juga kremes terus senyum.

Ngapain kek.

Ngeledek gue, godain gue, ngisengin gue.

Ngapain aja boleh.

Marah-marah pun boleh, caci-maki, hina pun gue nggak keberatan.

Parah, lebay banget gue sampe sesenggukan gini.

Ketawain aja, gapapa. Haha.

Tapi... senyum ya?

Onegai... :'D

.

.

.

LOVE YOU TWO... TT▽TT)/~♥

.

.

.

sincerly, krispi... TT_TT

Senin, 02 September 2013

Unnecessary Author Notes - "Permisi"

Ming ming ming ming ming… •_•)~

Permisi...

Ada orang?

Ah, ngapain coba? Ckck~ -_-

Well, sebenernya saya ke sini cuma mau mampir aja. Nggak ada niatan apapun.

Haha. ^_^

Nggak kok. Saya ada perlu. •_•

Mau ngasih tau aja. Kalo saya masih aktif menulis. Lalu maaf soal penghilangan kembali orific yang udah saya post sampai lima part itu. Karena saya... rewrite lagi dengan cerita yang baru. Tapi tokohnya sama, Vita dan Ray. °-°)b

Tapi itu pun saya post kalau saya rasa sudah cukup memuaskan dalam segi ceritanya. Jadi mungkin, saya mau ngepost cerita baru —dengan tokoh baru— terlebih dahulu.

Lalu... duh, jadi banyak ngomong. Padahal nggak ada yang nanya juga. Hehe~

Saya baru tau, di dunia per-fiction-an ada yang di sebut RnR. Read and Review, ya kepanjangannya? Kasih tau saya ya kalo salah... hehe.

Terkadang beberapa author —dari beberapa fanfic yg saya baca— 'SANGAT' menginginkan RnR tersebut. Asik ya kalo ada yang review...

Well, saya juga mau. Tapi nggak akan maksa kok. Tenang, jangan tegang gitu... lol~ Buat saya, yang penting siapapun yang baca bisa menikmati karya saya. Hehe.

Ah, sudah ah! Jadi cerita nggak jelas begini. Intinya, saya masih nulis. Masih belum ingin berhenti. Doakan saya, yaaa~~~! >o<)/








Sincerly, Author.

Sabtu, 03 Agustus 2013

Krunchy Family - "Little Duck"

Wawawawawawaaaaaai~~~ \(≧﹏≦)/

Lama nggak ngepost sepertinya. Bahkan orific saya nggak maju-maju. Yah, maklumlah... author sibuk. *ditelen* Hahaha, nggak lah. Saya cuma lagi seret ide AJA kok ^_^ ... suer, seret banget~ :')))

Well, mau ngepost tentang Krunchy Family sih... tapi cerita apa ya??? Lagi nggak ada cerita sih, haha.

Eh, atau... soal new chara?

Jadi... entah ini bakal jadi chara yang disukai, dibenci, atau bakal dikasihani. I have no idea... Yang pasti, cerita soal dia bukan cerita yang bagus. Dan maaf kalo cerita ini terdengar dan terlihat menjatuhkan, merendahkan, bahkan menghujat chara baru ini.

I could only hope that you can enjoy the story.

Hmmm, mulai dari mana ya?

Ah, iya!

Kapan ya pertama kali gue sadar akan kehadiran si itik yang jadi rada mendominasi ini? Yah pokoknya belum lama lah. Karena gue nggak ngerti atas dasar apa dia ada di lingkaran itu. Ngeliat dia kyknya gampang banget masuk ke lingkaran itu. Seakan emang ada yg salah sama gue...

Well, karena nggak inget kapan... saya skip, okay?

Hmmm, yang gue tau sih dia ada di dua lingkaran. Dan yang gue inget, tadinya dia lebih sering berada di lingkaran yang DI SANA, dibanding yg di sini.

Ingat Rush? Pastinya. Ya, ini ada sangkut pautnya juga sama dia. Well, si Rush ini... somekind a heartbreaker, you know? Dalam setahun dia udah deketin empat cewek (yg gue tau). Dua jadi, satu php, satunya lagi failed. Wkwk~ *dicekek*

Kenapa gue tau? Karena... I always got my eyes on him. Bukan karena gue suka sama dia, tapi... apa, ya? Mungkin dalam rangka melindungi Kremes? Ya... Rush kan daijina hito-nya si Kremes. Karena dia temen gue, gue harus mengupayakan yg terbaik. *tsaaaaah*

Nah, kembali ke si Itik. Gue sebut dia begitu bukan karena dia kyk Itik buruk rupa. Tapi karena Itik selalu ngikutin induknya kemanapun. Ya, begitulah dia ke Rush. Seberapa pun jauhnya Rush pergi, dia pasti ngikutin.

Entah apa si Rush terganggu atau nggak. Yang pastinya dia nggak protes. Mereka juga akhir-akhir ibi jadi sering ngobrol di salah satu jejaring sosial. Dibilang nonstop... ya iya. Dan dari yang gue liat, terkadang si Rush udah males ngeladenin, tapi... tetep aja lanjut.

Well, sebenernya buat gue pribadi, pemandangan itu mengganggu banget. Bukan cuma karena gue lebih mendukung shipper Kremes x Rush, ya... bukan. Tapi cara dia selalu ada di mana Rush berada tuh... mengganggu "penglihatan" siapa pun yang ngeliat. Serius deh. Bahkan gue yang ga suka sama Ruah aja merasa terganggu banget. Gimana dua orang yang suka sama dia? Dan nampaknya akhir-akhir ini dia aktif di sini cuma buat deketin si Rush. Entah, itulah yang gue liat.

Gue juga bingung, dia punya hati nggak sih? Dulu kan pernah di deketin sama si Rush, dideketin doang. Nggak sakit gitu? Dan dia juga selalu ngomong "jangan sampe jatuh di lubang yang sama." Tapi kan dia ngedeketinnya lubang yang sama.

Padahal setau gue, dia punya pacar. Ya, begitu sih yang terlihat di bio akunnya.

Udah gitu, emangnya dia nggak tau apa kalo Kremes suka sama Rush? Masalahnya itu udah lama banget. Ya emang sih, gue maupun Kremes nggak ada hak buat ngelarang dia ngedeketin si Rush. Tapi setidaknya jangan nunjukin kedekatan mereka yang "terlalu" dekat di depan Kremes kan bisa. Terlebih si Rush sebenernya tau kalo Kremes suka sama dia. Apa dia juga nggak punya hati?

And if you were wondering how close they used to show us, let me tell you.

Setiap inchi perubahan pergerakan dan posisi yang dilakukan oleh Rush, Itik itu pun mengikutinya. Dibilang kyk buntut... nggak. Gimana ya, terlihatnya sih manis. Tapi gerakannya kyk iblis. Kalo lo mikir dia cuma ngobrol-ngobrol atau sekedar duduk di sampingnya Rush, BUANG JAUH-JAUH PIKIRAN ITU!

Well, kalo mau kasarnya... sebut saja caranya itu MENJIJIKKAN. Ya siapa yg nggak jijik? SKINSHIP WOY, SKINSHIP!

*authir gondok* <tanda kutip>SKINSHIP<tanda kutip> *asah celurit* #udaheh

Dan mungkin kalo cuma sekedar megang tangan "SESEKALI" sih, palingan yang ngeliat juga cuma ngernyit geli, iyuh, risih, dan sebagainya. Masalahnya... mereka gelendotan!!! Oh god... di depan umum pula!

Well, maunya sih jelasin semua, tapi demi kedamaian dunia akhirat (?), gue urungkan niat baik (?) itu. Lagi pula apa gunanya gue menjelaskan lebih lanjut kalo ternyata mereka melakukan semua itu secara sengaja? Seakan nggak punya malu. Seakan nggak punya harga diri. Apalagi sebagai seorang perempuan, yang malahan sengaja mendekatkan "tubuhnya" ke lawan jenis. Seakan nggak punya iman. Seakan nggak punya agama. Mau jadi perempuan macem apa kalo gitu caranya menghargai diri sendiri?

Dan terkadang jijik juga ngeliat yg cowoknya. Dengan asik malah pegangan tangan. Terkadang juga gue merasa jangan sampe temen gue jadi sama cowok macem gitu. Kecuali dia bisa merubah kebiasaan <tanda kutip>BURUK<tanda kutip> macem gitu.

Padahal gue udah bersyukur pacar terakhir si Rush tuh cewek baik-baik yang jauh banget kelakuannya sama si Itik itu. Dan selama dia sama pacar terakhirnya itu, dia berubah "LEBIH BAIK" meskipun nggak sebanyak yang diharapkan. Setidaknya membuktikan dia nggak gampangan. Tapi sekarang? Semuanya hancur berantakan di otak gue, dan lagi-lagi gue harus menyusun ulang... merepotkan.

Yah, pokoknya gue nggak suka sama kelakuan mereka yang nggak kenal tempat. Karena negara ini punya adat, dimana berdekatan dengan lawan jenis dalam porsi yg agak "intim" itu dianggap tabu. Dan mereka pun punya agama, yang disana diajarkan untuk tidak berbuat hal yang menimbulkan fintah. Ya, gue pun cuma bisa berharap mereka sadar.

Ah, sial. Ini aja gue ngetiknya udah dosa, ya... dosa lho ini gue ngomongin orang... huweeeeeee...
Jadilah, sekian wacana (?) saya soal kedekatan si Itik dan si Rush yang SANGAT mengganggu penglihatan gue.

Mohon maaf jika ada salah kata... #salahsemuawoy *direbus* Mohon maaf juga jika ada beberapa typo(s) yang luput dari penglihatan buruk author ga jelas ini... ≧﹏≦ #gausahsokbetimutlo

Thanks for reading~











Sincerly, Krispy.

Senin, 15 Juli 2013

Voice of AUTHOR's Heart - "The Reason"

I suposed not to confess, so I hide. It built my character, make me not suposed to expressed my feeling. Still, there're some natural thing that would express my feeling, even I don't want it.

I do feel that kind of feeling, and I could only hold it. I always think there is another one, or there is next. But I skip so many, I skip everything I have felt for. And... should I skip this one? The one that I couldn't admit?

I couldn't even say anything about that one. I couldn't even be near him, or I'll act weird. I couldn't hear his voice, or my mind will become confusing. I couldn't see his face, or my face will become so hot. And everyone would told me that my face all red. I couldn't even talk to him, because I hate it. All he said and ask to me is about my last crush, and I'm gonna say that I'm not into him anymore! All of above, I couldn't even think about him, or I'll become speechless.

I just wondering, what kind of love did you going to call it?

But everything above will dissapeared if I found someone that like him too. This is the second reason why I ever stoped my feeling for him. I'll retreat, and let them. How to say that? I do like him, but no way I could ever compete with them. I always think they were better than me. It's not like I have no confident, but... I always want the best for him, even if I'm not include.

But the truth is, I just didn't know how does he think about me. So I'll retreat, yeah.