Kamis, 24 April 2014

Krunchy Family - "Last Words"

Nggak nyangka waktu cepat berlalu. Kalo gini rasanya nggak pengen tidur. Karena saat bangun, hari pun akan berganti. Semua akan menghilang, bukan? Orang yang kita sayang akan segera pergi, bukan? /HA
Mungkin terlalu berlebihan, tapi beginilah saya. Menulis, menimbang-nimbang kata yang bagus. Tapi gue suka apa yang gue lakukan. Mungkin seterusnya akan selalu begini, meskipun gue nggak bisa jamin. Tapi gue akan berusaha menjadi gue apa adanya, bagaimanapun bentuk(?) dan rupanya... haha. ≧w≦)v
Judul postingannya udah nggak enak ya? Ya mau gimana? Emang ini kata-kata terakhir yang patut dituliskan. Sekali lagi, memang terlihat berlebihan, tapi ini yang gue rasakan.
Gimana ya kalian nanti ke depannya? Akan jadi apa kalian nanti? Dengan siapa kalian akan bersanding nanti? Siapa malaikat-malaikat kecil yang akan mencerahkan hari kalian nanti? Dimana nanti kalian akan tinggal? Akankah kalian mengingat gue? Akankah kita bertemu lagi?
Ingin membuat janji, tapi tak berani menjamin gue bakal bisa menepati semua itu. Karena bagaimanapun nanti gue berusaha mencari kalian, gue nggak jamin semua itu berhasil tanpa campur tangan tuhan. Berdoalah, kita akan bersama lagi nanti.
Banyak kenangan, nggak bisa gue sebut satu-satu. Semua terkenang dan membuat gue takut. Gue takut rasa rindu gue nanti sulit terobati. Semoga nggak sesulit perkiraan gue.
Kalian tetap semangat ya—! Sering-seringlah kita berkabar ria. Nanti kita video call, atau telpon-telponan. Kalau kalian punya *uhuk* someone *uhuk* special *uhuk* –lalu muntah /GAK— nanti, jangan lupa kenalin ke gue biar nanti gue sama dia gosipin kalian. Wahahahaha—! /hush/ Lalu nanti kita ketemuan pas weekend. Kita jalan-jalan, semoga nggak nyasar ya... haha. Pokoknya kita jangan putus hubungan.
Ulasan terakhir tentang member Krunchy Family...

__________
Kremes
Selamat ya, sekarang udah bisa terlepas dari bayang-bayang Rush... saya turut berbahagia. Lalu soal Rockstar dan Jambul... gue harap setelah lulus lo cuma nganggap itu kenangan 'kekanak-kanakan' di masa SMA. Kenangan yang akan membuat lo tertawa dan mengutuk diri lo yang begitu bodoh karena menganggap 'rasanya' lo akan terus dihantui dan nggak akan bisa ngelupain mereka.
 
Kriuk
Saya sebenernya bingung... lo seriusan lagi nggak suka sama siapa-siapa? Atau lo belum bisa cerita lagi suka sama siapa?
Lo tau? Sebenernya gue agak sedih ngeliat lo sama Kyungsoo. Kalian menjauh, seakan nggak terjadi apa-apa. Bukan cuma nggak terjadi apa-apa, bahkan kalian kyk nggak saling kenal! Sedih banget liatnya. Kalaupun kalian 'diharuskan' ngobrol, kalian ngomong dengan sama-sama hati-hati. Apa sih yang bikin kalian sampai berhati-hati gitu? Apa sih yang kalian coba lindungi?
__________

Hidup kalian masih panjang! Masih banyak orang yang akan kalian temui kedepannya, dan pada akhirnya intensitas mereka di kehidupan kalian hanya akan menjadi satu tetes air di samudera.
Fighting buat kedepannya! Dimanapun nanti kalian bakal menempuh jalur pendidikan, gue akan mendoakan yang terbaik buat kalian. Ikuti pola hidup yang sehat. Jangan melenceng! Please, masih ada langit di atas kepala. Jadi jangan sampai ego mengalahkan segalanya. Seperti kata Bintang Laut, "Kalo penyesalan datang di awal, itu namanya pendaftaran." Jadi jangan sampai hidup kalian dikemudian hari penuh penyesalan. Sesungguhnya penyesalan itu hal yang sia-sia. /HA

................. oke gue ngomong apa?


Okay, for the last time... thanks for everything. :')






sincerly, krispi.

Selasa, 15 April 2014

Unnecessary Author Note - "Apologize to The Reader"

Heeuuunng... Hai? ._.

Lama tak menengok ke mari... :')
Nampaknya... saya 'agak' menelantarkan blog cantik ini... /WHAT

Gomennasaaaaaaaaai... *deep bow*

Banyak orific terlantar ya disini? /nggak tuh /lebay lo
Pdhl saya nggak pernah berhenti nulis :')
Cuma ya... akhir2 ini teh nampaknya saya lebih suka nulis fanfic drpd orific. Gomen atulah ya... :((

Dan saya 'agak' disibukkan oleh duty for twelve grade =_=)/ *bakar kertas UN* /HEH
Ini aja mencoba sedikit menyempatkan diri untuk berceloteh ringan di sini. Pdhl besok masih UN :'v /PLAK

Oh, iya. The Way to Forget saya discontinue ya. Gomen... sliakan gebukin saya sepuasnya... siksa dulu juga boleh... :')
Masalahnya itu terlalu menyakitkan untuk ditulis sih. Dan bakal endless. Jatohnya malah kyk sinetron di rc×i sama sc×v. Kan serem... :((

Oh iya, saya share link akun ffn ya... kali ada yg mau baca fanfic saya... /siapa?

Fiction Girl Trapped

Feel free to read~

"WARNING": yang nggak suka BL/BoysLove/Yaoi diharap jangan baca. Karena akan menimbulkan efek ketagihan. /HA 8D
Dan ingat DLDR = DON'T LIKE, DON'T READ

Ya udah deh, segini aja. Nggak penting kan? Muwahahahaha~

.

.

.

Kiss & hug, Anneechan.

Rabu, 04 Desember 2013

Krunchy Family - "Batik Nasional Day"

The tittle is so weird, isn't it? Lol

Tak apalah.

Tau nggak saya mau nulis apa? Nggak tau ya? Wkwk...

Sesuatu tentang *beep* yang pastinya. Muwahahahahahaaa—!

Check it out! ;;

__________

Tau nggak? Sebenernya ini nggak penting banget... asli. Tapi kan saya kangen nulis-nulis ginian nih, jadi ya tulis aja deh. Fufufu~

Jadi awal Oktober lalu kan hari batik nasional, sekolah kami ikut berpartisipasi tuh. Pake batik kan kita tuh... /iye iye -_-/ Entah kenapa saya nggak betah banget makenya. Tapi mau bagaimana lagi?

Biasa kan... saya, kremes, dan kriuk makan di kantin pas istirahat. Tiba-tiba Kriuk bilang, "Ih, Anonymous ganteng banget pake batik!" Saya nengok, dong... ya nggak? ;; /dih/ Awalnya saya ketawa doang tuh, abisnya kan saya nggak doyan Anonymous... wkwk /apaansih -_-/ Tapi mata saya mencari sosok itu, dan...

YA TUHANNN—!!! O_O

Udah gitu aja.

.

.

.

.

.

Oh God...

.

.

.

.

.

Nunggu ya?

.

.

.

.

.

Wkwk...

.

.

.

.

.

Sabar ya, napas dulu.

.

.

.

.

.

Lol

.

.

.

.

.

Nah. Jadi... dia emang jadi ganteng banget! *nosebleed* /GAK

Entah bagaimana itu bisa terjadi, tapi itu nyata. Apa itu karena bajunya, atau karena dia yang memakainnya... dunno. Aura yang menguar membuat mata siapapun yang memperhatikan tak dapat melepas pandangan dari sosok itu –termasuk saya. Saya pun tersadar...

Ternyata wajah Anonymous itu manis. Kkk~

Well, it doesn't mean that I fall for him. No, of course. Tapi saya cuma... agak shock. Ya, agak... mungkin? Yang pasti saya SANGAT TERPUKAU. Sampe Kriuk dan Kremes selalu memujinya. Saya sendiri? Cukuplah adalam hati. Kkk~

Entah kenapa, sampe sekarang saya masih pengen neriakin, "HEH ANONYMOUS! MUKA LO MANIS BANGET!" /dilempar batu bata/ Dan saya pun ingin dia menyadari kalau dia sering kami panggil Anonymous.

Saya pun penasaran... temenan sama anonymous itu asik nggak sih? Dia orangnya gimana? Bawel? Pendiem? Iseng? Baik hati? Prince type? Atau... knight type? Humoris? Garing? Kaya? Biasa aja? Lembut? Kasar? Sarkastik? /UDAH HOY/ Sorry, kkk~

Ya udah, mungkin segini aja ya? Kalo dilanjutin, 7 hari 7 malem juga ga bakalan tamat ngomongin Anonymous mah... kkk~

Thanks for reading~ I LOVE YOU~ ♥ *kecup para reader* /hush /jijik

.

.

.

.

.

Sincerly, Krispi~ :***

Krunchy Family - "Batik Nasional Day"

The tittle is so weird, isn't it? Lol

Tak apalah.

Tau nggak saya mau nulis apa? Nggak tau ya? Wkwk...

Sesuatu tentang *beep* yang pastinya. Muwahahahahahaaa—!

Check it out! ;;

__________

Tau nggak? Sebenernya ini nggak penting banget... asli. Tapi kan saya kangen nulis-nulis ginian nih, jadi ya tulis aja deh. Fufufu~

Jadi awal Oktober lalu kan hari batik nasional, sekolah kami ikut berpartisipasi tuh. Pake batik kan kita tuh... /iye iye -_-/ Entah kenapa saya nggak betah banget makenya. Tapi mau bagaimana lagi?

Biasa kan... saya, kremes, dan kriuk makan di kantin pas istirahat. Tiba-tiba Kriuk bilang, "Ih, Anonymous ganteng banget pake batik!" Saya nengok, dong... ya nggak? ;; /dih/ Awalnya saya ketawa doang tuh, abisnya kan saya nggak doyan Anonymous... wkwk /apaansih -_-/ Tapi mata saya mencari sosok itu, dan...

YA TUHANNN—!!! O_O

Udah gitu aja.

.

.

.

.

.

Oh God...

.

.

.

.

.

Nunggu ya?

.

.

.

.

.

Wkwk...

.

.

.

.

.

Sabar ya, napas dulu.

.

.

.

.

.

Lol

.

.

.

.

.

Nah. Jadi... dia emang jadi ganteng banget! *nosebleed* /GAK

Entah bagaimana itu bisa terjadi, tapi itu nyata. Apa itu karena bajunya, atau karena dia yang memakainnya... dunno. Aura yang menguar membuat mata siapapun yang memperhatikan tak dapat melepas pandangan dari sosok itu –termasuk saya. Saya pun tersadar...

Ternyata wajah Anonymous itu manis. Kkk~

Well, it doesn't mean that I fall for him. No, of course. Tapi saya cuma... agak shock. Ya, agak... mungkin? Yang pasti saya SANGAT TERPUKAU. Sampe Kriuk dan Kremes selalu memujinya. Saya sendiri? Cukuplah adalam hati. Kkk~

Entah kenapa, sampe sekarang saya masih pengen neriakin, "HEH ANONYMOUS! MUKA LO MANIS BANGET!" /dilempar batu bata/ Dan saya pun ingin dia menyadari kalau dia sering kami panggil Anonymous.

Saya pun penasaran... temenan sama anonymous itu asik nggak sih? Dia orangnya gimana? Bawel? Pendiem? Iseng? Baik hati? Prince type? Atau... knight type? Humoris? Garing? Kaya? Biasa aja? Lembut? Kasar? Sarkastik? /UDAH HOY/ Sorry, kkk~

Ya udah, mungkin segini aja ya? Kalo dilanjutin, 7 hari 7 malem juga ga bakalan tamat ngomongin Anonymous mah... kkk~

Thanks for reading~ I LOVE YOU~ ♥ *kecup para reader* /hush /jijik

.

.

.

.

.

Sincerly, Krispi~ :***

Senin, 04 November 2013

Krunchy Family - "New Probs"

Hai, saya kembaliii~ (/≧▽≦)/ *kissu and haggu for everyone* /ditendang

Jadi saya kembali untuk membawa berita terbaru. Tentang Kremes dan Kriuk. Soal krispi... gampang lah. Lagi nggak ada sesuatu ttg krispi. Hahaha... /direndang

Well...

Jadi...

Hmmm...

Nunggu ya?

Wkwk~

Sabar ya, bentar lagi juga mulai acaranya(?). Jadi... SELAMAT MENIKMATI CERITANYAAA~~~ *kissu and haggu more* /digelindingin

______________________________________________

 

IT STARTED

Dari mana ya awalnya? Well, entah kapan dia –Kriuk— memulainya. Yang pasti, awalnya semua dan segala-galanya ini hanya coba-coba. Ya itu sih yang gue tau. Coba-coba, lalu ketagihan, setelah itu mulai jengah. Itulah keadaan Kriuk saat ini.

Dia memulai kegiatan ini sekitar awal tahun ajaran ini. Awalnya bercanda khas kakak kelas dan adik kelas, itu yg saya lihat. Ternyata si Kyungsoo –si adik kelas— lama-lama timbul rasa. Ya, semudah itulah yang namanya perasaan datang. Perginya? Gelindingan di jalan tol dulu sana! /apa

Awalnya Kriuk takut, katanya jangan sampe Kyungsoo suka sama dia. Tapi nggak lama, dia mau maju aja. Ya, gue sebagai teman hanya bisa mendukung dengan apa pilihannya. Lalu mereka lovey-dovey banget. Terus gue ngerasa Kriuk menjauh(?) /abaikan/ Pokoknya dimana ada Kyungsoo di situlah Kriuk. Lalu...

Jujur aja gue agak nggak yakin.

Okelah, gue tau Kriuk berusaha. Tapi gue nggak ngeliat usaha dari Kyungsoo. Gue sendiri jadi takut kalo semua nanti nggak sesuai harapan Kriuk.

Dan... terlutuklah pikiran itu.

Awalnya Kyungsoo menanggapi dengan semangat, tapi sekarang? Ya, terlihatlah... Kriuk di nomer sekiankan oleh Kyungsoo. Bahkan belum lama, Kyungsoo mengisyaratkan bahwa mereka nggak akan bisa maju lebih dari ini. Seakan dia mau Kriuk ngelepas dia, tapi dia sendiri yang terlihat nggak melepas Kriuk.

Sekarang Kriuk jadi bingung, dia nanya Kyungsoo perihal bagaimana selanjutnya? Tapi malah dijawab, "Ya nggak gimana-gimana." Merasa diinginkan tapi nggak ditarik, Kriuk pun kesel. Apa sih maunya si Kyungsoo?

Apa ini semua karena ke-nggak yakinan gue? Jadilah mereka nggak lancar. Dan sekarang gue nyesel sempet mikir gitu. Ya mana tega ngeliat Kriuk yang kebingungan gitu?

Tapi berhubung masalah Kriuk ini masih TBC, kita pindah fandom dulu, okay? /hah

______________________________________________

 

THERE'S ANOTHER

Entah kenapa mau ketawa kalo inget masalah yang ini. Kalimat yang enak apa ya...

'Cinta membawa duka'? Nggak, nggak... *geleng2 unyu* /digiles

Nah, kali ini soal Kremes dan... Rock star(?) Lol. Nampaknya yang ini bakal panjang nih ceritanya. Karena saya –bisa dibilang— saksi mata kisah mereka. /hah

Berawal dari acara kpho tahun ini...

Jadi pas pelantikan, tiba-tiba Kremes minta jaga di pos musik. Entah ada angin apa, yang pasti dia bukan anak divisi musik. Lalu di pos itu ternyata udah ada dua orang kohai yang berjaga, dalah satunya si Rock star itu. /oke namanya aneh/

Gue rasa semua ini kutukan /hah/ Si Kremes bilang, "ah gue mau deketin rock star ah." Dan mulailah sepanjang hari itu dia selalu sama Rock star.

Tahukah dari mana Kremes mendapatkan inspirasi untuk menjadi couple bersama Rock star?

Yap!

Dari kasus Kriuk dan Kyungsoo.

Ckck, cerdas sekali.

Setelah hari itu, semua topik pembicaraan Kremes, gue, dan Kriuk adalah si ROCK STAR. Bukannya bosen, tapi... dia –Kremes— beneran suka nggak sih? Masalahnya... masa iya dia bisa-bisanya ngelupain Rush dalam jangka waktu satu hari dan itu pun karena tiba-tiba dia deket sama orang lain yang bener-bener baru dia kenal hari itu?

Lalu... bukannya nggak yakin juga. Cuma... gimana ya?

Ah sudahlah.

Awalnya terlihat lucu, tapi lama-lama terlihat aneh. Mereka terlihat sama-sama menanggapi semua ini secara serius. Padahal gue kira semuanya cuma bercanda!!! Ta-tapi?!!!

Dan di sini gue mulai pusing sendiri. Yah, siapa yang nggak bingung kalo di tanya terus, "Menurut lo, gue mundur nggak?" Gue mau jawab 'jangan', di satu sisi gue nggak bisa ngomong sembarangan. Mereka cocok, tapi rock star terlalu sabodo teuing(?). Ga bisa, kasian Kremes.

Lalu nggak lama, Rock star pun punya pacar. Antara shock dan nggak, karena bukan berarto nggak mungkin. Gue kira rock star itu ngerespon Kremes! Antara gondok dan... ya terserah si rock star juga kan? Gue cuma nggak tega aja ngeliat si Kremes. Dan di situ gue mulai nggak bisa mendukung mereka, dan terlihat kalau lebih baik Kremes tinggalin si rock star.

______________________________________________

Pada dasaranya gue nggak bisa memberi pengaruh besar buat mereka berdua. Sebanyak apapun gue memberikan saran, semua tergantung pada keputusan mereka. Gue cuma mau yang terbaik buat mereka. Dan buat gue, kalau mau lanjut ya silahkan, kalo mau mundur ya jangan ragu.

Sekian dari saya. Wassalamualaikum wr. wb. *deep bow* /what

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

With love,

Krispi~ X3

Senin, 16 September 2013

Krunchy Family - "I'm Sorry"

Meskipun mataku terbuka lebar, namun tidak dengan pikiranku. Bukan dunia luar yang terlihat, pikiranku terjebak di dalam diriku sendiri.

Frustasi, namun aku hanya mampu terdiam. Mau marah pada siapa? Itu semua salahku. Aku menumpahkan tinta hitam pada lembar kerjaku. Lembar kerja yang harusnya kulaporkan, semua sirna. Begitu malu kuharus menuliskannya lagi. Tak mampu pula kumeminta maaf.

Aku tidak yakin semua hal itu spele. Meminta maaf pun kurasa percuma. Inginku menangis keras, menandakan aku menyesal. Namun apa itu semua membantu? Akankah ia memaafkanku?

Kalau aku boleh memohon, marahlah padaku. Kurela kau caci-maki, tampar aku. Aku tahu aku salah, tak tau apa yang harus kukatakan, tak tahu apa yang harus kupilih. Kumohon berteriaklah padaku, aku rela. Aku rela daripada harus didiami seperti ini.

Aku hanya bisa meminta agar kau tak diam, hanya itu. Bersedia kulakukan apapun demi kau memaafkanku. Tak peduli apapun itu. Tak peduli jika itu menyakitkan. Tak peduli jika itu membuatku menangis. Tak peduli itu membuatku malu setengah mati. Tak peduli pula jika hal itu berkemungkinan membunuhku. Karena semua itu tak lebih buruk daripada rasa bersalah ini.

Melihatmu pergi tanpa menoleh saja sudah menghancurkan hatiku berkeping-keping. Inginku menangis saat itu juga, meraung-raung memanggilmu bak orang kesetanan. Tak peduli betapa memalukannya hal itu. Tak akan kupeduli jika hal memalukan itu dapat membuatmu menoleh padaku.

Rasanya otakku berhenti bekerja. Tak sadar dengan apa yang kulakukan. Tak mendengar beberapa pertanyaan yang orang-orang ajukan padaku. Tak sedikitpun mataku terfokus untuk melihat sekeliling. Tak dapat pula mengeluarkan satu kata pun dari bibir ini. Mereka terkatup rapat. Bahkan aku hanya bisa menyunggingkan senyum —yang pasti terlihat sangat kaku— saat orang-orang bertanya padaku. Sisanya, aku hanya bisa menghela napas pasrah.

Tak kusangka, senyum pun terasa sebegini menyakitkannya. Apa yang harus kulakukan? Yang sedari tadi kulakukan hanya merutuki diri sendiri. Sudah ratusan bahkan ribuan kata 'Bodoh' terlontar di pikiranku.

Seketika napasku berat. Aku menarik napas sambil memegang dadaku. 'Sakit' terasa seperti itu memang. Mungkin aku hanya overthinking terhadap masalah ini. Namun bagaimana pun aku hanya tak ingin kehilangan orang yang penting. Orang yang setiap hari menyambutku dengan ceria. Orang yang selalu dengan sabar sambil berteriak frustasi menghadapiku, membuatku tertawa terbahak-bahak. Orang yang mendukung juga merangkulku. Orang yang selalu memelukku dan mengatakan, "Dipeluk orang itu enak, lho." sambil tersenyum riang, disaat bahkan ibuku sendiri hampir tak pernah lagi memelukku. Orang yang sangat baik, yang sekarang mungkin sedang marah padaku. Orang yang sangat ingin kupinta kesediaannya untuk memaafkanku.

Ya, sepenting itulah orang itu.

==================================

Bunuh gue, please... BUNUH GUE!!! TT□TT

.

.

.

Kriuk, kenapa?

Kenapa tadi gue panggil-panggil nggak nengok?

Gue yakin panggilan gue udah kenceng, nggak kedengeran ya?

Atau sengaja nggak nyaut panggilan gue?

Marah?

Lo tau? Gue takut banget.

Gue nggak punya lagi temen kyk lo.

Apa ada kata-kata atau tindakan gue yang menyinggung lo?

Kalau ada, jangan dipendam.

Bilang aja, gue bakal dengerin.

Atau mungkin ada suatu masalah sama gue?

Please, gue jadi nggak tau harus gimana...

Kalo gue salah, gue cuma bisa minta maaf yang sebesar-besarnya.

Gue nggak bisa kalo lo kyk gini.

Mungkin lebay, tapi rasanya gue selalu mau nangis kalo keadaannya kyk gini.

Dan tanpa sadar beneran nangis.

Haha, lebay 'kan?

Mungkin egois, tapi gue mau kriuk juga kremes terus senyum.

Ngapain kek.

Ngeledek gue, godain gue, ngisengin gue.

Ngapain aja boleh.

Marah-marah pun boleh, caci-maki, hina pun gue nggak keberatan.

Parah, lebay banget gue sampe sesenggukan gini.

Ketawain aja, gapapa. Haha.

Tapi... senyum ya?

Onegai... :'D

.

.

.

LOVE YOU TWO... TT▽TT)/~♥

.

.

.

sincerly, krispi... TT_TT

Senin, 02 September 2013

Unnecessary Author Notes - "Permisi"

Ming ming ming ming ming… •_•)~

Permisi...

Ada orang?

Ah, ngapain coba? Ckck~ -_-

Well, sebenernya saya ke sini cuma mau mampir aja. Nggak ada niatan apapun.

Haha. ^_^

Nggak kok. Saya ada perlu. •_•

Mau ngasih tau aja. Kalo saya masih aktif menulis. Lalu maaf soal penghilangan kembali orific yang udah saya post sampai lima part itu. Karena saya... rewrite lagi dengan cerita yang baru. Tapi tokohnya sama, Vita dan Ray. °-°)b

Tapi itu pun saya post kalau saya rasa sudah cukup memuaskan dalam segi ceritanya. Jadi mungkin, saya mau ngepost cerita baru —dengan tokoh baru— terlebih dahulu.

Lalu... duh, jadi banyak ngomong. Padahal nggak ada yang nanya juga. Hehe~

Saya baru tau, di dunia per-fiction-an ada yang di sebut RnR. Read and Review, ya kepanjangannya? Kasih tau saya ya kalo salah... hehe.

Terkadang beberapa author —dari beberapa fanfic yg saya baca— 'SANGAT' menginginkan RnR tersebut. Asik ya kalo ada yang review...

Well, saya juga mau. Tapi nggak akan maksa kok. Tenang, jangan tegang gitu... lol~ Buat saya, yang penting siapapun yang baca bisa menikmati karya saya. Hehe.

Ah, sudah ah! Jadi cerita nggak jelas begini. Intinya, saya masih nulis. Masih belum ingin berhenti. Doakan saya, yaaa~~~! >o<)/








Sincerly, Author.